FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA MUTU LINGKUNGAN HIDUP DI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI KELURAHAN RAJA KOTA PANGKALAN BUN

Eny Rusmita

Sari


This study aims to determine the causes of the decline in environmental quality in the riverbank settlement of Raja Kelurahan with the analytical method used is descriptive analysis of physical characteristics and non-physical settlements. Then evaluative descriptive analysis with factor analysis techniques to determine the factors that cause declining environmental quality in the study area. The results of this study are the causes of the decline in the environmental quality of the Raja River riverbank settlement, namely the location of settlements, the availability of transportation facilities, environmental sanitation conditions, security levels, flood disasters, drainage conditions, fire disasters, electricity service levels, community culture, community level services for public facilities, level of clean water services, road network conditions, waste conditions, community education level, people's livelihoods and neighboring relations. Furthermore, the results of this study can be used as directives for structuring riverbank settlements in future studies

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta

Budiharjo, Eko. (1997). Lingkungan Binaan dan Tata Ruang Kota. Andi. Yogyakarta

-------------------. (2004). Sejumlah Masalah Permukiman Kota. P.T. Alumni. Bandung

Khairul. 2006. Penataan Pola Ruang Permukiman Bantaran Sungai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Berdasarkan Karakteristik Sosial Budaya Masyarakat. Tesis Malang: Program Pasca Sarjana Khususnya Perencanaan Wilayah dan Kota.

Kuswartojo, Tjuk. 2005. Perumahan dan Permukiman di Indonesia. Penerbit ITB. Bogor

Sardi, Santi. 2006. Pengembangan Kawasan Pantai Barat Kota Tarakan Dengan Konsep Waterfront City. Skripsi Malang : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unibraw.

Sari, Maulien Khairina. 2005. Studi Penanganan Permukiman Tepi Sungai Kota Banjarmasin (Studi Kasus: Kelurahan Kuin Utara Kota Banjarmasin). Skripsi. Malang : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya.

Sinulingga, Budi. 2005. Pembangunan Kota Tinjauan Regional dan Lokal. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &D. Alfabeta. Bandung

Wicaksono, Agus Dwi dan Budi Sugiarto. (2001). Modul Studio Perencanaan Desa. Malang: Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Brawijaya.

------------. (1993). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

------------. (2000). Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. 11/KPTS/2000 mengenai Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di perkotaan. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

------------. (2002). Keputusan Menteri Permakiman dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia No. 403/KPTSN/M/2002 Lampiran I tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

------------. (2004). Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kota Pangkalan Bun Tahun 2004-2014. Pangkalan Bun: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pangkalan Bun.

Referensi Internet

Kirmanto, 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Penataan Lingkungan permukiman Kumuh. http://www.google.com/artikel permukiman.htm

Kurniasih, 2003. Usaha Perbaikan Permukiman Kumuh di Petukangan Utara Jakarta Selatan. http://www.google.com/artikel permukiman.htm

Suparlon, 2003. Segi Sosial dan Ekonomi Permukiman Kumuh. http://www.google.com/artikel permukiman.htm